Brigadir IR Jalani Sidang Kode Etik di Bid Propam Polda Riau

Gerbang Polda Riau/foto:dok okeline
Pekanbaru - Oknum Polisi Wanita (Polwan) inisial IR yang diduga telah melakukan penganiayaan seorang perempuan bernama Riri Aprilia Kartin telah menjalani sidang kode etik di Bidang Propam (Bid Propam) Polda Riau, Senin (10/10/2022).
Kabid Propam Polda Riau Kombes Johanes Setiawan membenarkan pelaksanaan sidang kode etik terhadap Polwan berpangkat Brigadir itu. Sebelumnya sidang telah dilaksanakan pada Kamis (6/10) lalu, namun ditunda karena tak cukupnya waktu.
"Iya, agendanya pemeriksaan saksi dan terduga," ucap Johanes, Selasa (11/10/2022) siang.
Sidang kode etik Brigadir IR kali ini berjalan selama lima jam. Namun hasil sidang belum diketahui dan akan diputuskan Kamis (13/10) mendatang.
"Keputusan hari Kamis besok. Nanti akan kami sampaikan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Brigadir IR yang bertugas di BNN Provinsi Riau dilaporkan ke Polda Riau usai diduga menyekap dan menganiaya seorang perempuan, lantaran tak menyetujui hubungan asmara korban bersama adiknya.
Penganiayaan bermula saat IR dan ibunya tiba-tiba mendatangi kontrakan korban sambil mengeluarkan kata-kata tak menyenangkan, Rabu (21/9) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Keduanya lalu menyekap dan memukuli Riri di kamar dengan membabi buta.
Tak sampai di situ, korban kemudian dibawa ke parkiran kantor BNNP Pekanbaru oleh rekan IR dan kembali dipukuli di dalam mobil. Walaupun sempat dihentikan rekannya, IR masih terus menghujani Riri dengan pukulan. Atas penganiayaan tersebut, Riri mengalami memar di beberapa titik di tubuhnya serta bengkak di kepalanya.
Akhirnya setelah melewati proses penyidikan dan gelar perkara, Minggu (25/9) Brigadir IR dan ibunya YUL telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun YUL tak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif selama menjalani proses, tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan merusak barang bukti, serta alasan kemanusiaan dimana ia harus merawat cucunya, yaitu anak Brigadir IR.(ers)
Komentar Via Facebook :