Tak Terbantahkan, TNTN Ternyata Punya Ribuan Hektar Kebun Sawit

Pekanbaru - Sebelumnya heboh berita Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Riau Mamun Murod mengatakan, menangkap tiga orang operator beserta alat berat jenis excavator yang sedang merambah di kawasan hutan Tesso Nilo di wilayah Kampar pada Sabtu 15 Juli 2023, pukul 13.00 WIB,
Penangkapan itu karena diduga pelaku merambah hutan di Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau.
Berita inipun dishare oleh salah seorang diduga wartawan atau pegiat lingkungan di Group Media dan UPT KLHK Riau, beberapa hari lalu dengan judul “DLHK Riau Bakal Cokok Perambah Hutan di Tesso Nilo”.
Sontak berita ini mendapat tanggapan anggota group, bahkan ada dari salah satu anggota group “kebakaran jenggot” dengan judul ini, dia terdeteksi adalah Kepala Balai TN Tesso Nilo (BTNTN) Pelalawan, Heru Sutmantoro.
“Mohon ijin Bang, untuk meluruskan bahwa lokasi areal tersebut bukan di taman Nasional Tesso Nilo/TNTN. Kalau ada kata Tesso Nilo orang cenderung itu masuk Taman Nasional Tesso Nilo. Kalau disebut lanskap Tesso Nilo, tidak mengapa, demikian Heru menanggapi berita yang diposting itu pada Jumat )28/7/23).
Kemudian ada yang mempertanyakan, “mau Tesso Nilo mau Kawasan selaku pejabat penjaga Hutan, bekerjasama saja kenapa sih. Kalau saya berpendapat TNTN Punya kebun sawit, siapa yang bantah hayo?. Kalau dibantah tidak Punya lalu siapa yang punya kebun sawit di jantung TNTN itu,” demikian tulis wartawan media di grup tersebut.
Selayaknya selaku Kepala Balai TNTN selayaknya Heru Sutmantoro. menjawab namun sayang tidak ada komentar balasan beliau artinya komentar itu tak terbantahkan.
Pertanyaannya kalau dibilang kebun sawit liar atau katakanlah ilegal atau perambah hutan yang sudah menjadi kebun sawit dalam TNTN bukan milik TNTN itu sendiri lalu siapa penjaga TNTN, mereka kemana?.
Bahkan ketika diusulkan untuk menegakkan hukum kepada penampung buah dalam kawasan seperti Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Heru hanya menjawab emoji “Opo Jare Pean Wes”.
Banyak yang bertanya apa sih tugas Balai TNTN, apakah tidak termasuk menjaga kawasan itu atau hanya terkait memberi makan gajah pagi dan petang?. Atau…??.**
Komentar Via Facebook :