Dugaan Penipuan Dalih Bank Mencuat
Korban Axa Mandiri Berjatuhan, Juilana: OJK Harus Tahu Saya Laporkan

Pekanbaru - Dikabarkan sedikitnya 200 orang nasabah Bank Mandiri di Pekanbaru, Riau, merasa "dicurangi" oleh perusahaan Axa Mandiri Finasial Sevice yang katanya dalah anak perusahaan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Salah satu korbannya yang akan segera membuat laporan dugaan kecurangan ini pada Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Riau, Juliana Pardose, mengaku, telah "diperdaya" oleh oknum Financial Advisor yang mengaku adalah perpanjangan tangan Bank Mandiri di Pekanbaru.
"Awalnya ketika Februari 2013 lalu di kantor Bank Mandiri mencairkan deposito saya, dan uang tersebut setelah masuk di buku tabungan saya lantas kemudian saya menanyakan deposito jangka panjang pada pihak Bank, lalu saya diarahkan ke Ferdian Setiawan," kata Juliana, Jumat (21/8/20), menceritakan awal kejadian dugaan "kecurangan" tersebut.
Waktu diarahkan pihak Mandiri tersebut Juliana berpikir kalau Ferdian Setiawan adalah karyawan Bank Mandiri, saat itu financial advisor ini mengenalkan diri "dari Bank Mandiri".
"Saya saat itu minta tabungan jangka panjang pada Ferdian, yang bermaksut pengembangan dana saya agar lebih bagus. Yaitu dari depesito Bank Mandiri yang sudah saya tarik tersebut ke buku tabungan saya di Bank Mandiri. Lalu Ferdian meminjam KTP saat itu, dan dibuatkan sebuah ilsutrasi gambaran keuntungan yang didapat dengan deposito yang saya maskut, kata Ferdian yang saat ingat, "jika ibu mendiamkan uang Rp 100 juta selama 6 tahan maka akan berkembang tertinggi menjadi Rp 190,700,285, sedikitnya Rp 113 juta," demikian kata Ferdian kepada Juliana.
"Karena saya merasa cocok saya setuju, dan saya tandatangi lembaran yang ditawarkan sesuai permintaan Ferdin tersebut,"kata Juliana. "Jujur saya kala itu tahunya kalau Ferdian tersebut adalah karyawan Bank Mandiri".
"Kemudian Ferdian bilang tunggu saya siapkan dokumennya, terus saya nanya dokument apa?, "Dukument untuk membuat perjanjian," kata Febrian kepada Juliana.
"Selesai itu saya disuruh tanda tangan dengan lembaran yang belum diisi data pribadi saya, alias kolom kosong," lanjut Juliani seraya membubuhkan tanda tangan di kotak kosong yang sudah tersedia.
"Kemudian saya disuruh tanda tangan kolom kosong, ada beberapa tulisan yang saya tidak mengerti isinya, lalu dia juga mengarahkan saya agar tidak membaca dahulu, hanya tanda tangan saja," dijelaskan Juliana.
Pada saat itu kata Juliana, tidak ada satupun kolom yang bermaterai, "namun belakangan setelah saya komplen, karena uang yang dijanjikan sudah masuk hari penarikan, lalu materai tiba-tiba sudah terbubuh dengan sendirinya diatas tanda tangan saya tersebut. Uang saya juga tidak dibayarkan," lanjut Juliana.
Lalu ulas Juliana, beberpa bulan kemudian kurir pengiriman mengantarkan sebuah dokument. "itupun saya belum mengerti apa maksut buku itu, yang saya ingat adalah perjanjian tabungan di Bank Mandiri 100 juta," katanya.
"Selesai saya menerima surat dokument tersebut, tidak satupun pihak Mandiri menghubungi saya terkait sudah sampai atau belum surat yang mereka kirimkan melalui kurir tersebut, lantas buku tersebut saya simpan dilemari," katanya.
Namun Juliana tidak menyangka kalau akhirnya dia justru "dibohongi?", "kenapa saya tidak curiga karena tidak mungkin Bank Mendiri "membohongi" saya," katanya.
Lalu ulas Juliana, pada Juli 2018 dia bermaksut mau mencairkan uang tersebut karena saat itu anaknya mau kuliah, "Kemudian saya telphon Ferdian. "Dia minta saya fotokan buku yang katanya ada mereka kirimkan sebelumnya itu".
"Lalu saya kirimkan melalui pesan WhatsApp ke nomor Febrian 081371994XXX. Kemudian setelah dikirimkan saya telpon lagi, Ferdian bilang "sebentar saya cek dulu nanti saya hubungi", namun aneh entah apa sebabnya sampai saat ini Ferdian tidak pernah menghungi bahkan tragisnya HP sayapun tidak diangkat lagi," kata Juliana kecewa.
Kemudian setelah itu tepatnya 2019 baru Juliana sadar kalau dirinya sudah "tertipu".
Keluhan saya, "yang dilakukan Axa mandiri saya merasa "tertipu" dengan KETERANGAN SAYA, "penipuan yang saya maskut bahwa PT Bank Mandiri Cabang jalan Riau secara bersama-sama dengan Axa Mandiri melalui FA Ferdian Setiawan telah melakukan serangakaian perbuatan "kebohongan seperti sebuah skenario" dengan awalnya mengimingi dengan bunga tabungan deposito yang tinggi, "namun pihak Mandiri tidak menjelaskan apa produknya", "pihak Mandiri mengisi sendiri kolom data tanpa ada penjelasan pada saya dan kemudian mengunakan uang saya diluar kesepakatan dengan saya," katanya.
"Sehingga akibat serangkaian skenario itu menimbulkan kerugian yang besar pada saya, dan jauh berbanding terbalik apa yang telah dijanjikan pihak Mandiri. Saya melihat PT Bank Mandiri melanggar banyak prosedur yang semestinya mereka jalankan dalam proses pemindah bukuan tabungan (dana saya) yang direkening Bank Mandiri ke PT AXa Mandiri dengan tidak prosedural.
"Semoga korban lain mau bersama saya melaporkan pihak Mandiri, karena pihak Axa Mandiri melakukan serangkaian bisnis diduga "pembohongan nasabah" berada dibelakang dan mengatsnamakan Bank Mandiri," pungkasnya.
Sementara korba lain yang tidak mau datanya dipublis minta pemerintahan Jokowi untuk menyelesaikan dana nasabah yang diduga melakukan penipuan dalih Bank. "OJK kemana aja," kata nasabah ini kecewa.
Dikonfirmasi Ferdian Setiawan melalui Hpnya dia tidak menjawab.**Jho
Komentar Via Facebook :